Analisis Family Empowerment Dalam Penanganan Speech Delay Pada Anak Di Rsup Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar
Abstract
Speech delay adalah salah satu masalah perkembangan anak yang banyak terjadi di dunia. Menurut National Institue on Deafness and Other Communication Disorder tahun 2022 menjelaskan bahwa speech delay adalah kondisi di mana anak mengalami kesulitan dalam memperoleh atau menggunakan keterampilan komunikasi verbal secara adekuat. Hal tersebut karena terhambatnya perkembangan dibandingkan anak seusianya. Berdasarkan hasil studi penelitian bahwa penyebab banyaknya kasus speech delay karena paparan elektronik (screen time) yang lebih sering dibandingkan pemberian stimulasi yang menyebabkan keterlambatan bahasa sehingga muncul masalah pengucapan kata yang tidak jelas, memahami bahasa, atau menggabungkan kata dengan benar. Anak speech delay dapat mengalami kesulitan jangka panjang dalam kesehatan mental, kesejahteraan sosial dan hasil akademik. Berdasarkan data (WHO) sekitar 5-10% anak usia prasekolah mengalami speech delay. Kasus Speech Delay mengikuti prevalensi bisa bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti kelompok usia, jenis kelamin, faktor lingkungan, dan kriteria diagnostik yang digunakan. Indonesia sendiri jumlah kasus speech delay tahun 2018 perkiraan berkisar antara 5-20% anak. Kota Makassar yang merupakan rujukan dari penelitian ini dengan jumlah kasus speech delay di yang semakin meningkat. Beberapa laporan menyebutkan bahwa tingkat kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 2,3%-24%.
Full Text:
PDFDOI: https://doi.org/10.35720/tscs1kep.v11i01.773
Article Metrics
Abstract viewed : 5 timesPDF files downloaded : 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
