PENGARUH TERAPI DEEP BREATHING EXERCISE TERHADAP EFEKTIVITAS SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN ASMA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD TOTO KABILA BONE BOLANGO

Haslinda Damansyah, Pipin Yunus, Susanti Monoarfa, Firli Friyani Ahmad

Abstract


Latar belakang: Asma merupakan penyakit kronis saluran napas yang ditandai dengan inflamasi dan hiperreaktivitas bronkus, menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, dan penurunan saturasi oksigen. Menurut WHO, pada tahun 2022 terdapat 235 juta penderita asma, dengan 68% pasien yang dirawat di rumah sakit memiliki saturasi oksigen di bawah 95%. Di RSUD Toto Kabila Bone Bolango, data menunjukkan bahwa 17 dari 31 pasien asma mengalami saturasi oksigen rendah (85-95%). Terapi deep breathing exercise (DBE) merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat meningkatkan ventilasi paru dan saturasi oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas DBE dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Tujuan Penelitian Mengetahui pengaruh terapi deep breathing exercise terhadap efektivitas saturasi oksigen pada pasien asma di instalasi gawat darurat RSUD Toto Kabila Bone Bolango.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Sampel terdiri dari 15 pasien asma dewasa yang dipilih secara purposif. Intervensi DBE diberikan sebanyak 5 kali sehari selama 5 menit. Saturasi oksigen diukur sebelum dan setelah intervensi menggunakan pulse oximetry. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi ? = 0,05.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan saturasi oksigen setelah intervensi DBE. Sebelum intervensi, 93,3% pasien memiliki saturasi oksigen rendah (90-94%) dan 6,7% sangat rendah (85-89%). Setelah intervensi, 100% pasien mencapai saturasi oksigen normal (95-100%). Uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,000 (<0,05) mengindikasikan bahwa DBE berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen.

Kesimpulan:  Terapi deep breathing exercise efektif meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi pendamping untuk meningkatkan kualitas pernapasan pasien asma di instalasi gawat darurat.


Keywords


Deep Breathing Exercise, Oxygen Saturation, Asthma, Breathing Therapy

Full Text:

PDF

References


Amiar. (2022). Efektivitas Pemberian Teknik Pernafasan Pursed Lips Breathing Dan Posisi Semi Fowler Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien TB Paru. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice (IJNSP). Volume: 3, No. 1.

Dewi. (2018). Pengaruh Latihan Pernapasan Pursed Lips dan Posisi Semifowler Terhadap Perubahan Sesak Pada Pasien Ppok Di Poli Penyakit Paru RSUD Dr M Yunus Bengkulu Tahun 2019. ????, 8(5), 55.

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Gorontalo. Gorontalo.

Fitriawanda. (2022). Efektifitas Pursed Lip Breathing Exercise Dan Posisi Fowler Pada Pasien Asthma: Studi Kasus. Health and Nursing. Volume 2 Issue 2.

Firdaus. (2019). Efektivitas Pemberian Oksigen Posisi Semi Fowler Dan Fowler Terhadap Perubahan Saturasi Pada Pasien Asma Bronkial Persisten Ringan. JKEP. Vol.4 No. 1 Mei 2019, hlm 31-43.

Gerhanawati. (2023). Studi Kasus : Program Fisioterapi Pada Asma Bronkial. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), Vol 9, No 1

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Peta Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peta Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Lina. (2019). Efektivitas Relaxed Sitting dengan Pursed Lips Breathing Terhadap Penurunan Derajat Sesak Napas Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik di RSUD Dr. M . Yunus Bengkulu. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 4 (2).

Mertha. (2018). Pengaruh Pemberian Deep Breathing Exercise Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien PPOK. Jurnal Gema Keperawatan.

Pakaya. (2023). Efektivitas Terapi Pursed Lips Breathing Dan Posisi Semi Fowler Terhadap Penurunan Sesak Napas Pasien Tuberculosis: Literature Review. Jambura Journal Of Health Science And Research. Vol. 5 No. 4.

Rahma. (2023). Penerapan Pursed Lip Breathing Terhadap Perubahan Respiratory Rate Dan Saturasi Oksigen Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis. Jurnal Kesehatan Tambusai. Volume 4, Nomor 3.

Ramadhan (2023). Efektivitas Pursed Lips Breathing dan Posisi Pronasi Dalam Mengatasi Dispnea pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Randomized Controlled Trial. Jurnal Keperawatan, 14(3), 575–582.

Rianisa. (2024). Terapi Deep Breathing Terhadap Perbaikan Saturasi Oksigen Dan Respiratory Rate Pada Pasien Dyspnea: Literatur Review. Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan (JKK). Vol. 15 No. 01- APRIL 2024 pp. 27-35.

Smaltzer dan Bare. (2015). Penerapan Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Pursed Lip Breathing Pada Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik di Ruang RSU Pusat Persahabatan Jakarta. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 2(2).

Sulistiyani. (2023). Deep Breathing Exercise Efektif Dalam Meningkatkan Saturasi Oksigen Pada Pasien Covid-19 Di Rumah Sakit Hermina. Jurnal Ilmiah Keperawatan Altruistik (JIKA) Vol.6 No. 1 (April 2023) P-ISSN:2723-7915 E-ISSN: 2623-0283.

Tamba. (2021). Hubungan Efek Samping Obat Anti Tubercolosis Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tubercolosis. Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan Prodi Sarjana Terapan Keperawatan. Skripsi.

Widyaningrum. (2024). Penerapan Teknik Clapping Terhadap Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Ppok) Di Igd Rsud Pandan Arang Boyolali. Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol.3 No. 8 Agustus 2024.




DOI: https://doi.org/10.35720/tscners.v11i01.701

Article Metrics

Abstract viewed : 10 times
PDF files downloaded : 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
slot online slot gacor slot